Sosiologi Olah raga
Dalam kehidupan manusia olah raga merupakan aktifitas yang tidak bisa dipisahkan mengingat dengan melakukan olah raga dapat menjaga kesehatan tubuh ataupun dapat menunjang kinerja organ-organ dalam tubuh manusia untuk dapat bekerja secara optimal. Olah raga tidak hanya saat sekarang ini menjadi aktifitas yang digemari oleh masyarakat walaupun memang olah raga sekarang ini sudah masuk dalam industri, dimana oleh raga bermanfaat bagi pribadi orang yang melakukan juga merupakan lahan yang menguntungkan ketika dikelola dengan profesional.
Olah raga sangat mempengaruhi kehidupan manusia di dunia ini, kejuaraan-kejuaraan berbagai macam olah raga seperti halnya sepak bola, tenis, bulu tangkis dan lain sebagainya ternyata mempunyai banyak manfaat,diantaranya adalah dalam menjalin hubungan antar negara dan juga dapat menunjang pembangunan sebuah negara (dalam arti luas). Mungkin kita dapat sedikit merenung tentang event olah raga itu sendiri. Kita dapat membayangkan ketika disuatu wilayah ataupun negara menjadi tempat pelaksanaan event olahraga maka akan membawa dampak yang bagi perekonomian. Dengan semakin banyaknya orang yang berkunjung kesebuah negara maka berkorelasi positif dengan munculnya atau semakin meningkatnya kegiatan-kegiatan ekonomi di wilayah itu dan hal tersebut sangat menguntungkan baik bagi pemerintah sendiri maupun bagi masyarakat yang terlibat. Dengan begitu maka kita dapat menangkap maksud bagaimana perebutan berbagai negara untuk menjadi tempat palaksanaan piala dunia (sepak bola).
Dalam perkembangan masyarakat tentunya kita pernah mendengar bahkan pernah juga merasakan bahwa adanya pembatasan antara peran wanita dan laki-laki dalam masyarakat, dimana saat itu adanya pembatasan terhadap wanita dalam melakukan aktifitas-aktifitas seperti apa yang dilakukan oleh kaum laki-laki dan wanita dipandang sebagai manusia kelas dua dibawah laki dalam menjalankan perannya dimasyarakat. Namun sering dengan perkembangan masyakat dikotonomi tentang hal tersebut sudah tidak relevan, hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya wanita yang menggeluti atau melakukan aktifitas (olah raga) yang dahulunya dilakukan oleh laki-laki dan bahkan wanita dalam menggunguli laki-laki dalam beberapa perlombaan. Kalau kita coba melihatnya secara lebih mikro (pribadi),dengan olah raga dapat mendorong manusia membangun kepribadian yang tangguh,tidak mudah menyerah, meminimalisir rasa individulisme dan semangat untuk berani berkompetisi. Kita bisa lihat, ketika seseorang ketika melakukan olah raga tentunya mempunyai target-target yang akan ia capai,baik itu bentuknya dalam skor ataupun kemampuan dan ketrampilan untuk segera dicapai. Sehingga hal tersebut dapat memacu seseorang untuk dapat mecapai prestasinya. Selain itu juga dalam rasa individualisme dapat diminimalisir ketika olahraga tersebut harus dimainkan oleh 2 orang atau secara tim. Tentunya dalam permainan atau olah raga yang membutuhan tim maka diibaratkan tim tersebut sebagai sebuah mesin, mesin dapat digambarkan sebagai sebuah sistem dimana bagian-bagian yang ada didalamnya harus melakukan fungsinya masing sesuai dengan tugasnya dan ketika salah satu bagian tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya maka mesin atau sebuah tim tidak akan kalah dengan tim lainya yang baik kinerjanya. Dengan begitu maka kerjasama, saling menghargai dan sadar akan fungsinya sebagai seorang pemain (manusia dalam sebuah masyarakat) tentunya akan lebih mudah dalam mencapai tujuan bersama.
Hal yang menarik dari olah raga salah satunya adalah olah raga tidak mengenal kelas,ras, agama, ideologi atau politik. Dalam olah raga tidak ada yang dapat membatasi itu semua, semua orang, suku, agama, ideologi politik dan segala status sosial lainya dapat ikut berpartisipasi dalam event- event olah raga yang ada. Memang kita dapat melihat bagaimana perbedaan-perbedaan ideologi dan politik telah menghancurkan tatanan masyarakat dan membuat perbedaan-perbedaan tersebut menjadi alasan untuk saling bermusuhan dan bahkan berusaha untuk saling mengancurkan. Tetapi saat antar negara atau kelompok tersebut bertemu dalam olah raga maka perbedaan-perbedaan tersebut hilang dan seakan-akan tidak ada permasalahan dan alasan untuk mereka saling menghancurkan (agresi).
Dari sedikit paparan diatas dapat disimpulkan bahwa olah raga mempunyai peran yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat (sosial) dan menjadi lahan bisinis. Olah raga tidak hanya bisa dipandang sebatas pada aktifitas yang menyehatkan (tubuh) tetapi bisa jauh dari pada itu yaitu ikut mememberikan warna dalam hubungan antar masyarakat atau negara.
Waktu sudah semakin mendekati pemilihan pemimpin negeri ini, kita mulai mengalami kebingungan untuk memilih salah satu dari ke 3 pasangan calon. Betapa tidak bingung?ketika kita membaca surat kabar iklan-iklan mereka muncul, ketika melihat televisi juga mereka muncul, ketika mendengar radio mereka terdengar dan bahkan ketika kita keluar rumah juga mereka muncul dengan segala janji-janji dan berbagai macam harapan-harapan yang seakan-akan memang akan mudah terwujud. memang tidak mudah buat kita untuk memilih beberapa alterlativ pilihan saat kita akan membuat keputusan, keputusan sekecil apapun. Yang membedakan adalah ketika keputusan kecil kita buat maka tidak mempunyai resiko yang besar, tetapi untuk keputusan penting tentunya ketika kita salah memilih dari sejumlah alternative tadi maka akan mempunyai resiko yang relative bisa menyusahkan kita semua.
Banyak kawan-kawan kita yang masih bingung untuk memutuskan apa yang akan mereka pilih menjadi pemimpin. Mungkin disebabkan dari tidak ada informasi yang tepat tentang segala hal yang bisa dijadikan referensi untuk kita memilih calon pemimpin. Hal yang lazim kita dapatkan saat masa kampanye adalah janji-janji politik, ataupun informasi berupa data angka tentang pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, tingkat buta huruf dan banyak hal lagi yang membuat kita tambah binggung????. Saat ini yang kami butuhkan adalah kampanye yang mengkomunikasikan secara jelas dan rinci rencana program dan bahkan sampai pada rencana kegiatan yang akan dijalankan ketika mereka (calon pemimpin) terpilih menjadi pemimpin bukan pada janji-janji dalam angka.
Memang kita menghargai seseorang calon pemimpin yang mempunyai cita-cita jauh kedapan dan seakan tiada batas, tetapi kita juga harusnya berfikir secara jernih tentang angan-angan atau janji mereka. Sudah banyak kebijakan besar di negeri ini yang sangat bagus dan cermerlang tetapi apakah kebijakan tersebut berhasil??. Landreform, swasembada beras, Rencana Pembangunan Lima Tahun, kemandirian energy dan ekonomi. Tetapi apa yang bisa kita lihat dan kita rasakan??. Memang kita mempunyai orang-orang yang pintar membuat kebijakan tetapi belum mampu untuk mengimplementasikannya. Maka jangan kita mudah tertipu dengan manisnya janji para penebar janji bung!!!
Pengertian Metode Ilmiah dan Metode Penelitian Orang awam vs ilmuan I. Metode Ilmiah Pengejaran sebuah kebenaran dengan pertimbangan logis, memperoleh interelasi yang sistematis dari fakta-fakta Kriteria metode Ilmiah Pencaraian sebuah kebenaran dengan berdasarkan fakta, menghindari sifat obyektif dengan menggunakan prinsip analisis (logis) dan hasil yang dicapai dapat di kuantitaskan sehingga dapat diambil kesimpulan yang jelas. – Nasir – Langkah dalam metode ilmiah Menentukakan permasalahan yang akan dipecahkan dan temukan dan definiskan kata kunci dalam permasalahan, mengadakan studi literatur, mengadakan studi literature, memformulasikan hipotesis disesuaikan tujuan penelitian-untuk melihat pengaruh var inde-depenenden (siginifikansi), menentukan model untuk menguji hipotesis, mengumpulkan data, menyusun, menganalisis dan memberikan intepretasi, membuat generalisasi dan kesimpulan, membuat laporan ilmiah. – nasir – II. Metode Penelitian Metode penelitian adalah Cara ilmiah (rasional, empiris, sistematis) untuk mendapatkan data (data valid – reliable dan obyektif) dengan tujuan (penemuan, pembuktian dan pengembangan) dan kegunaan (memahami, memecahkan, mengantisipasi) tertentu(sugiyono) Jenis penelitian: 1. Metode sejarah. Penelitian dapat kita lihat dari segi perspektif serta waktu terjadi fenomena-fenomena yang diselidiki. Metode sejarah mempunyai perspektif historis. Jadi peneliti tidak mungkin lagi mengamati kejadian yang akan diteliti. Walaupun demikian sumber data bisa primer, yaitu orang yang terlibat langsung dalam kejadian, atau sumber-sumber dokumentasi yang berkenaan dengan kejadian. 2. Metode deskriptif; a. studi kasus penelitian studi kasus adalah penelitian tentang status subyek penelitian yang berkenaan dengan fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas (Maxfiel dalam Nasir 57). Peneliti mempelajari secara intensif latar belakang serta interaksi lingkungan dari unit-unit sosial yang menjadi subyek. Tujuan studi kasus adalah untuk memberi gambaran secara mendetail tentang latar belakang, sifat-sifat serta karakter-karakter yang khas dari kasus yang kemudian dari sifat-sifat khas itu akan dijadikan sutau hal yang bersifat umum. Studi kasus lebih menekankan mengkaji variabel yang cukup banyak pada unit yang kecil. b. Survei metode survei adalah penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala yang ada dan mencari keterangan secara faktual, baik tentang institusi sosial, ekonomi, atau politik dari suatu kelompok ataupun suatu daerah. Dengan unit yang digunakan dalam metode survei cukup besar baik secara sensus maupun menggunakan sampel yang pada umumnya dengan satu variabel. 3. Metode ekperimental. Penelitian dengan pendekatan eksperimen adalah sutau penelitia yang berusaha mencari pengaruh variable tertentu terhadap variable yang lain dalam kondisi terkontrol secara ketat. Penelitian eksperimen ini pada umumnya dilakukan pada laboratorium. Misal; penelitian penerapan metode kerja baru terhadap produktifitas kerja, pengaruh mobil berpenumpang 3 terhadap kemacetan, pengaruh gaya kepemimpinan terhadap disiplin kerja pegawai dll. 4. Metode Grounded Research ground research adalah suatu penelitian yang dicetuskan oleh Glase dan strauss, yang mana penelitian dengan metode ini adalah lawan dari penelitian verifikasi. Seperti yang diketahui dari penelitian post facto beranjak dari teori, yang mana dari teori dijabarkan hipotesis-hipotesis sesuai dengan masalah yang ingin dipecahkan dan kemudian diadakan verifikasi untuk mengkaji kebenaran hipotesisi yang juga berarti menguji kebenaran teori, tetapi ground research bertolak dari fakta dan dari fakta tanpa teori mewujudkan teori. 5. Metode penelitian tindakan. Metode penelitian tindakan adalah suatu penelitian yang dikembangkan bersama-sama antara penelitin dan decision maker tentang variable-variable yang dapat dimanipulasi dan dapat segera digunakan untuk menentukan kebijakkan dan pembangunan.
Metode Penelitian
Deskripsi Perkuliahan
Memberikan pengatahuan dasar tentang bagaimana merencanakan dan melaksanakan penelitian ilmiah. Mencakup bahasan tentang arti, fungsi penelitian dan metode penelitian yang meliputi pengetahuan tentang memilih masalah, menyusun rancangan penelitian, menentukan sampel, mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis data, serta menulis laporan penulisan.
Tujuan
Setalah perkuliahan ini mahasiswa diharapkan:
1. Mengenal dan memahami dasar-dasar perencanaan dan pelaksanaan
penelitian ilmiah.
2. Menguasai metodologi penelitian untuk memahami fenomena-fenomena sosial.
MATERI PERKULIAHAN METODE PENELITIAN
I. Proses berfikir dan perkembanganya.
- Kebenaran Agama
- Kebebaran Filsafat
- Kebenaran Ilmu
- Perkembangan penemuan kebenaran
II. Pengertian Metode Ilmiah dan Metode Penelitian
- Pengertian metode Ilmiah dan Penelitian
- Tujuan
- Metode
- Tingkat ekplanasi
- Jenis dan analis data
III. Landasan Konseptual dan elemen dasar penelitian
- Masalah
- Teori
- Konsep
- Variable
- Definisi konsep
- Definisi Operasional
- Data Penelitian
- Bentuk pengumpulan data
IV. Desain Penelitian
Literatur Referensi;
Hadari Nawawi, Metode penelitian Bidang Sosial
Erwan Agus P dan Diah R. S, Metode Penelitian Kuantitatif untuk Adm. Publik
James A. Black, Metode dan Masalah penelitian Sosial
Moh. Nasir, Metode Penelitian
Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi
Menjelang pemilu 2009 ini banyak sekali calon-calon legislative dari buanyak sekali partai yang ikut pemilu memamerkan wajahnya di pinggir-pingir jalan. mulai dari jalan-jalan di kampung sampai dijalan-jalan di daerah perkotaan. Program atau iming-iming mereka tampilkan untuk menggaet suara rakyat. Mulai dari sembako murah, penciptaan lapangan pekerjaan yang luas, pengentasan keminskinan ataupun ingin mengukuhkan ekonomi yang sudah cenderung ke liberalis ke ekonomi kerakyatan dengan memamerkan kekayaan dan potensi alam Indonesia ini. Nampaknya isu-isu seperti kemiskinan dan pengangguran memang masih laku dan dan up-to date untuk mengaet pemilu di 2009 ini. Tak tanggung-tanggung partai politik untuk menggelontorkan dananya untuk kepentingan kampanye di media, baik media cetak maupun media elektronik.
Saya sendiri semakin binggung dengan makin banyaknya partai politik dan calon legislatif yang katanya menawarkan diri untuk menjadi wakil rakyat tetapi yang terjadi adalah rakyat belum mengenal mereka, kemampuannya seperti apa dan track recordnya bagaimana. Dan bahkan diantaranya orang-orang pusat kemudian dipasang di daerah yang sepertinya bukan wilayah yang benar-benar ia kenal. Memang hal itu sah-sah saja dilakukan tetapi etika dalam berpolitik seharusnya bahwa calon legislative itu benar-benar mengetahui daerah perwakilannya beserta permasalahan-permasalahanya.
Sebenarnya saya bingung ketika melihat fenomena banyaknya calon legislative itu, banyak diantaranya dari orang-orang yang belum pernah dikenal sebelumnya, ketika momen pemilu mereka muncul di poster atau baliho dengan menebar senyum, berpose meniru tokoh-tokoh nasional, pahlawan nasional, tokoh masyarakat ataupun ketua partai mereka masing yang seakan-akan kalau tokoh-tokoh tersebut masih hidup memang mendukung caleg tersebut dan karena sesuai dengan pemikiran, sikap, perilaku, akhlak sebagai seorang pahlawan ataupun seorang tokoh panutan. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah benar mereka mengetahui sikap, ide politik tokoh tersebut???
Para caleg seakan-akan mereka turun dari langit dan mempunyai kemampuan menyelesaikan semua permasalahan-permasalahan di masyarakat. Masyarakat umum sebenarnya mengalami kebingungan ketika harus memilih mana yang akan di jadikan wakilnya sedangkan masyarakat sendiri tidak mengenalnya sama sekali. Sampai saat ini saya percaya (sebagai sikap optimis saya dalam pemiluJ) bahwa bahwa dari sekian banyak caleg (mudah-mudahan) ada yang memang berangkat dari bawah, maksudnya dia tidak muncul begitu saja tetapi memang sebelumnya dia telah menyatu bersama rakyat dalam bentuk perjuangan baik itu dalam hal pendidikan, kesehatan, sosial kemasyarakatan atau dalam hal lainya tetapi diluar lembaga resmi. Kemudian dengan pengabdian dan perjuangannya sehingga masyarakat memang menghendaki dia sebagai wakil di parlemen. Bukanya karena mempunyai materi yang banyak kemudian mengenalkan dirinya melalui poster dan baliho kemudian mencalonkan dirinya sendiri sebagai wakil rakyat.!!!
Petani dari tahun ke tahun memang menjadi bulan-bulanan dari kebijakan pemerintah, mulai dari orde baru sampai sekarang ini. Petani sepertinya dijadikan tumbal dari masyarakat yang katanya masyarakat yang menuju ke industrial ini. Komoditas yang mereka hasilkan dijadikan alat politik semata dan juga menjadi tolak ukur dari keberhasilan dari pejabat politik yang sedang menjabat. Harga bahan pokok seperti beras selalu ditekan harganya sehingga masyarakat perkotaan dapat mudah mendapatanya. Mengapa selalu masyarakat kota yang mendapat perhatian lebih dari pemerintah???disisi lain dengan semakin sedikitnya lahan-lahan untuk pertanian seperti lahan persawahan pemerintah binggung dan menggunakan berbagai kebijakan untuk menahannya. Dari permasalahan tersebut sebenarnya pemerintah terkesan arogan dan selalu menyalahkan kaum tani mengapa mereka menjual lahannya dan kemudia diubah menjadi bangunan-bangunan. Hal tersebut karena petani sudah merasa tidak mendapatkan keuntungan dari hasil bertaninya dan untuk kehidupan sehari-haripun sangatlah kesusahan.
Bersambung,,,,,
Beberapa malam kemarin MUI akan mengadakan rapat tentang Fatwa, diantaranya adalah fatwa rokok, yoga dan golput yang diadakan di Padang. Dalam hati saya mengatakan apakah perlu hal-hal seperti itu kemudian harus dikeluarkan fatwa??menurut saya tidak perlu ada fatwa haram untuk rokok dan Golput, biarkan saja masyarakat yang mengambil keputusan tentang hal itu, saya percaya masyarakat sendiri mempunyai pengetahuan dan alasan-alasanya, masyarakat sudah pintar kok. Memang untuk rokok ada sejumlah organisasi yang coba mengkampanyekan stop merokok karena sekarang tidak hanya orang dewasa yang menghisap rokok tetapi anak-anak kecil sudah pintar dan luwes kalau menghisapnya. Saya kira kurang bijaksana kalau fatwa digunakan untuk mengharamkan rokok, karena untuk pelarangan itu dapat dilakukan dilingkungan keluarga dan masyarakat sendiri tentunya dengan pendekatan-pendekatan yang persuasive. Untuk fatwa tentang Golput saya pribadi kurang setuju untuk itu, dalam hal ini dapat diposisikan sebagai korban, mengapa? Masyarakat mempunyai alasan yang sangat rasional yaitu ketika masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan prosesi demokrasi dan juga dengan aktor-aktor didalamnya (politisi atau partai politik) yang tidak membawa perubahan seperti diinginkan oleh rakyat, demokrasi selama ini sebatas demokrasi diatas kertas dan teori belaka. Kebusukan tingkah polah politisi (mudah-mudahan hanya oknum) bisa dilihat di media, dari korupsi, pelecehan social, malas-malasan dan tidur-tiduran saat sidng, sering telat dan bahkan hanya tanda tangannya saja yang ada dan juga penggunaan anggaran Negara yang berlebih untuk kepentingan pribadi tanpa melihat jeritan nasib yang diwakilinya. Kemudian apakah salah kalau masyarakat marah dan tidak mau menggunakan haknya untuk memilih wakil-wakilnya yang sudah kita ketahui track recordnya???Sah-sah saja kalau MUI mengeluarkan fatwa tentang hal-hal tersebut, tetapi yang saya sayangkan kalau nantinya fatwa MUI yang harusnya menjadi acuan dan panutan bagi masyarakat khususnya umat muslim tetapi akan di anggap angin lalu saja.
Dunia seakan ikut gegap gempita menjalang dan dalam prosesi pelantika presiden amerika barrack obama, dari segala penjuru dunia orang-orang dari berbagai Negara ikut merayakan pelantikan obama dan juga tidak ketinggalan orang-orang Indonesia. Seorang presiden yang cukup fenomenal, yaitu orang dari keturunan afrika dapat memimpin Negara adi daya. Memang ini bentuk dari proses demokrasi yang sudah matang di amerika dimana perbedaan etnis, suku sudah tidak ada soal dalam proses pemilihan seorang presiden, yang terpenting adalah isu-isu yang ditawarkan kepada masyarakyat apakah memang itu yang diinginkan oleh rakyat atau bukan. Sebagai presiden suatu yang nyata-nyata memang mempunyai pengaruh terhadap dunia baik itu secara politik, ekonomi dan keamanan. Dengan terpilihnya obama, harapan banyak orang seakan-akan diletakkan di pundak sang presiden Amerika tersebut untuk menyelesaikan persoalan-persoalan diatas. Secara khusus harapan banyak orang adalah pertama; membawa amerika kepada kejayaan ekonomi yang seperti kita ketahui bersama bahwa amerika sedang mengalami resesi hebat tahun ini. Kedua; kebijakan politik luar negeri khususnya di Timur Tengah. Ketiga; adalah penyelesaian konflik antara Israel dan Palestina yang masih masih segar dalam ingatan kita terhadap pembantaian rakyat Palestina di Jalur Gaza. Saya disini kurang sepakat kalau tragedi tersebut dinamai sebuah perang karena kita dapat melihat sendiri bahwa dengan segala kemampuan militer dan didukung dengan teknologi yang canggih mereka menghancurkan Gaza dan membunuh ribuan jiwa. Sedangkan disisi lain Hammas yang Israel sebut sebagai teroris adalah sebuah kekuatan politik yang dengan terpaksa menggunakan senjata untuk mempertahankan tanah palestina yang selama puluhan tahun dijajah oleh Imperalis Israel. Kita tahu kekuatan tidak didukung oleh senjata-senjata canggih, mereka menggunakan senjata rakitan dan senjata peninggalan konflik masa lalu, sungguhlah tidak imbang. Apakah itu bisa dinamakan perang???
Banyak orang berharap akan dapat bertindak adil terhadap konflik Israel-Palestina dengan berbagai alasan; karena obama pernah tinggal di Indonesia dan tahu tentang Islam, karena Obama berasal dari keturunan Afrika yang pada masa lalu mengalami subordinasi atau karena Obama yang merupakan lawan politik Bush dan akan menentang kebijakan-kebijakannya dimasa lalu. Orang boleh saja menaruh harapan banyak banyak pada sosok Obama tapi saya pribadi pesimis (realistis) khususnya tentang masalah Israel-Palestina, kita tahu bahwa bahwa sepak terjang Amerika tidak lepas dari orang-orang Yahudi yang berada di negara itu. Martin Best, dan Irk Robb, memaparkan data-data pengaruh Yahudi di dalam berbagai struktur AS, menulis sebagai berikut: “26% wartawan, penganalisis, pekerja di pejabat lembaga-lembaga politik sosial, termasuk di dalam pemerintahan AS dipegang oleh Yahudi. 59 % dari para penulis dan para ahli hukum terbaik di New York adalah orang Yahudi.13 % dari mereka, di bawah usia 40 tahun, memegang jabatan-jabatan penting di AS. 40 % dari mereka juga hadir di dalam kongres AS. 7 dari 11 orang anggota Dewan Keamanan Nasional AS adalah Yahudi. Dengan demikian, selain jabatan presiden, orang Yahudi memegang semua jabatan dan pos-pos sensitif pemerintahan AS.” Yang menarik ialah sekitar 38 % pegawai pemerintahan AS juga dipegang oleh orang Yahudi, dimana sejumlah besar dari mereka, berada di jabatan luar negeri, pertahanan, kewangan dan kehakiman AS, dengan jabatan-jabatan penting, dan mereka pulalah yang memegang rahasia-rahasia pemerintahan dan militer AS. MaafJsaya lupa mendapatkan sumber data tersebut, tapi sumber tersebut saya kutip dari sumber yang dapat dipercaya.
Dengan melihat kenyataan seperti itu masihkan kita banyak berharap dari Barrack Obama dalam penyelesaian masalah Israel-Palestina???
terasa kita sudah jenuh dengan berita tentang berbagai kelangkaan-kelangkaan barang di tanah air, mulai dari kelangkaan beras, pupuk,BBM, gas dan juga kelangkaan lapangan pekerjaan. kita (rakyat) pantas marah atas ketidaktersedianya semua kebutuhan ini, seakan kita hanya menjadi korban dari kebijakan-kebijakan pemerintah kita sendiri.
petani disuruh untuk meningkatkan produksi (beras) dengan tujuan untuk swasembada beras, tetapi dalam kenyataannya petani kesulitan setengah mati ketika mencari pupuk. ibu rumah tanggah disuruh berganti dari minyak tanah ke gas, tapi ketika sudah beralih ke gas ternyata gas juga menghilang dari peredaran.
ya Tuhan,,,,,,mengapa kita harus hidup dinegara yang saya yakini sebagai negara yang kaya ini. siapa sebenarnya yang mencoba mempermainkan hati rakyat? jangan paksa rakyat untuk memenuhi himbauan atau ajakan untuk ikut kebijakan-kebijakan yang pada akhirnya menyengsarakan rakyat sendiri. rakyat hanya dibutuhkan ketika pesta “demokrasi” akan diselenggarakan. hati-hatilah kau yang telah mempermainkan KAMI!!!(rakyat). semua menawarkan segala perbaikan kualitas hidup, seakan-akan mereka sebagai juru penolong yang tak bertendensi apa-apa. kami lelah dengan semua janji-janji, jangan salahkan kami ketika ketidakpercayaan pada semua tukang janji termanifestasi dalam penolakan terhadap pesta demokrasi.